Frisian Flag Kental Manis Cokelat adalah bagian dari varian produk susu kental manis dan produk susu Frisian Flag yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Susu kental manis dan produk susu Frisian Flag pertama kali diekspor oleh koperasi peternak susu Belanda 'CoöperatieveCondensfabriek Friesland ' ke Hindia Belanda termasuk Batavia Setelah bulan lalu mendapat kesempatan mengikuti Tur Cokelat Bali bersama Frisian Flag Indonesia dan para pemenang Joget Cokelat, 23 November 2016 lalu saya mendapat kesempatan lagi berkunjung ke Pabrik Frisian Susu Kental Manis bersama beberapa teman blogger. Kunjungan kali ini ke Pabrik Frisian Flag yang berada di Ciracas, tepatnya Ciracas Plant tempat Susu Frisian Flag di produksi. Luckyme, beberapa hari yang lalu Frisian Flag mengundang beberapa blogger untuk berkunjung ke pabriknya guna melihat proses pembuatan susu khususnya Frisian Flag Susu Kental Manis. Saya terpilih menjadi salah satu blogger yang berkesempatan mengunjungi Pabrik Frisian Flag yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur ini. HALLOBOGOR- Ekspansi yang dilakukan produsen susu kental manis dan susu segar PT Frisian Flag Indonesia (FFI) ke kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dinilai sangat menguntungkan daerah. Maka dari itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendukung kebijakan realisasi ekspansi yang bernilai Rp3,8 triliun itu. Nantinya direncanakan, ekspansi itu juga akan mampu menyerap FrisianFlag Indonesia pastikan ketersediaan produk saat pandemi. Minggu, 30 Agustus 2020 20:52 WIB. Dokumentasi - Siswi SDN 01 dan 03 Segara Makmur menikmati susu gratis yang di berikan oleh PT Frisian Flag Indonesia di Bekasi, Jumat (25/2). (ANTARA/Teresia May) Jakarta (ANTARA) - PT Frisian Flag Indonesia/FFI memastikan menyediakan produk dan FrisianFlag Indonesia, dengan gamblang bercerita pada kami mengenai proses pengolahan susu mulai dari peternak hingga diolah ke pabrik. Menurut Pak Aryono, susu yang diolah Frisian Flag berasal dari peternak lokal di beberapa daerah. Untuk memastikan kualitas, peternak diberikan bimbingan dan pelatihan mengenai teknik dan waktu memerah yang tepat. Perusahaan produk bernutrisi PT Frisian Flag Indonesia (FFI) mengadakan seremoni Groundbreaking untuk dimulainya pembangunan pabrik baru seluas 25.4 Bangun Pabrik Baru, Frisian Flag Indonesia Lanjutkan Komitmen dalam Penyerapan Susu Segar - jagatbisnis.com wVE0. JAKARTA - Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur pangan yang mendapat prioritas pengembangan. Hal ini berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional RIPIN 2015-2035. “Industri ini masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku. Sebab sampai saat ini hanya 22 persen bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Groundbreaking Pabrik Baru PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa 9/3. Maka Kementerian Perindustrian Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Frisian Flag Indonesia yang berupaya mendorong pertumbuhan produksi susu segar agar dapat mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu di dalam negeri. “Kami sangat mengapresiasi keteguhan PT Frisian Flag Indonesia guna terus mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah yang sudah dijalin selama bertahun-tahun,” ujarnya. Langkah yang dijalankan oleh PT Frisian Flag Indonesia tersebut, di antaranya melalui berbagai program seperti bantuan Milk Collection Point MCP koperasi susu, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia SDM melalui Akademi Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village desa susu. Upaya itu, lanjut Agus, sejalan dengan program Kemenperin, guna mewujudkan substitusi impor 35 persen pada 2022. Agus menyambut baik pembangunan pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia dengan investasi tahap awal tahun 2020-2023 sebesar 225 juta euro atau Rp 3,8 triliun untuk produk susu cair dan susu atau krimer kental manis. “Kami memandang, komitmen dari PT Frisian Flag Indonesia merupakan suatu strategi bisnis yang tepat. Guna terus memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk susu olahan berkualitas,” jelasnya. Pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia seluas 25 hektare tersebut berkapasitas 244 juta liter per tahun untuk susu cair serta 476 ribu ton per tahun untuk produk krimer kental manis. Produknya ditargetkan 90 persen ke pasar ekspor, dan 10 persen ke pasar dalam negeri. Penyerapan tenaga kerja akan mencapai 848 orang. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Selasa 9/3 Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Dirjen Industri Agro Abdul Rochim menghadiri acara groundbreaking pabrik baru PT. Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat. Dalam kesempatan ini Menperin mengapresiasi komitmen PT. Frisian Flag Indonesia untuk terus berinvestasi di Indonesia. PT. Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan dan mempererat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah, melalui program Milk Collection Point MCP koperasi susu, peningkatan SDM Akademi Peternak Muda Farmer to Farmer dan pembangunan Diary Village. “Kami sangat mengapresiasi keteguhan PT. Frisian Flag Indonesia untuk terus mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah yang sudah dijalin selama bertahun-tahun,” tutur Menperin. Kemenperin juga telah mengusulkan berbagai macam insentif keringanan pajak untuk mengurangi beban perusahaan industri, salah satunya adalah insentif Bea Masuk Ditanggung Pemerintah BMDTP. “PT. Frisian Flag Indonesia merupakan salah satu perusahaan industri pengolahan susu yang telah menerima manfaat dari insentif fiskal tersebut.” Ungkap Agus. Pabrik baru PT. Frisian Flag Indonesia seluas 25 hektare tersebut dibangun dengan investasi tahap awal 2020-2023 sebesar €225 juta atau sekitar Rp3,8 triliun. Pabrik ini akan berkapasitas 244 juta liter per tahun untuk susu cair dan 476 ribu ton per tahun untuk produk krimer kental manis. Dengan menyasar target 90% pasar domestik dan 10% pasar ekspor, penyerapan tenaga kerja diharapkan mencapai 848 orang. “Kami yakin peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan akan terus tumbuh tinggi ke depannya,” ujar Agus. Optimisme tersebut seiring dengan terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan bertumbuhnya kelas menengah, bertransformasinya gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, serta peningkatan permintaan produk bernutrisi tinggi selama pandemi Covid-19. Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim juga menyampaikan apresiasinya kepada PT. Frisian Flag Indonesia yang telah menambah investasi dan membuka pabrik pengolahan susu baru di Indonesia sejak pertama kali berdiri pada tahun 1969. Menurut Rochim, langkah ekspansi PT. Frisian Flag Indonesia menunjukkan optimisme investor terhadap peluang usaha yang tetap terbuka lebar dan iklim usaha yang makin kondusif di Indonesia walaupun sedang terdampak pandemi Covid-19. “Kami berharap akan ada lebih banyak pihak yang mengikuti jejak PT. Frisian Flag Indonesia untuk terus meningkatkan investasinya di tanah air,” ujarnya. Rochim optimistis, apabila kinerja industri pengolahan susu di dalam negeri dapat tumbuh gemilang, akan membawa dampak positif terhadap kinerja sektor manufaktur khususnya industri makanan dan minuman, bahkan juga perekonomian nasional. Sebab, Indonesia berpotensi memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang terus meningkat. ran Produsen susu PT Frisian Flag Indonesia akan membangun pabrik pengolahan susu cair dan susu/krimer kental manis di Cikarang, Jawa Barat dengan investasi tahap awal untuk tahun 2020 – 2023 sebesar 225 juta euro setara Rp 3,8 triliun, asumsi kurs Rp per euro.Pabrik baru Frisian Flag akan dibangun seluas 25 hektare ha dengan kapasitas produksi 244 juta liter per tahun untuk susu cair, serta 476 ribu ton per tahun untuk krimer kental manis. Nantinya 90% hasil produksi akan ditargetkan untuk pasar ekspor dan sisanya untuk pasar dalam Direktur Frisian Flag Indonesia Maurits Klavert mengatakan pabrik ini akan menjadi pabrik terbesar milik FrieslandCampina di dunia.“Pabrik baru akan mencakup fasilitas pengolahan produk susu cair siap minum dan susu kental manis, sentra logistik dan distribusi, serta perkantoran dengan menggunakan teknologi modern dan ramah lingkungan,” ujarnya, seperti dikutip Antara, Selasa 9/3.Seiring investasi tersebut, perusahaan akan meningkatkan pula penyerapan susu segar dalam negeri yang dipasok oleh belasan ribu peternak sapi perah rakyat di Tanah air. “Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan para mitra bisnis kami di Indonesia baik pemasok maupun ratusan mitra distributor kami yang tersebar di seluruh penjuru tanah air,” Perindustrian Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi investasi yang dilakukan Frisian Flag ini. Pasalnya, industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur pangan yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional RIPIN 2015-2035.“Kami sangat mengapresiasi keteguhan PT Frisian Flag Indonesia untuk terus mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah yang sudah dijalin selama bertahun-tahun,” paparnya pada peletakan batu pertama pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia di yang dijalankan oleh PT Frisian Flag Indonesia di antaranya bantuan Milk Collection Point MCP koperasi susu, peningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia SDM melalui Akademi Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village desa susu. Menurut Agus, industri pengolahan susu masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku. Ini karena sampai saat ini hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam diharapkan kontribusi dari Frisian Flag ini dapat membantu mendorong kuantitas dan kualitas susu segar nasional, agar dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku. Upaya ini sejalan dengan program Kemenperin untuk melakukan substitusi impor hingga 35% pada 2022. Jakarta ANTARA - Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM mendukung realisasi ekspansi pabrik susu segar dan susu kental manis PT Frisian Flag Indonesia FFI senilai Rp3,8 triliun di Cikarang, Jawa Barat, yang akan menyerap 850 tenaga kerja lokal. Dalam acara groundbreaking pabrik FFI di Cikarang, Selasa 9/3, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman menyampaikan realisasi rencana investasi itu juga merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dengan CEO FrieslandCampina Hein Schumacher pada kunjungan kerja ke Den Haag, Belanda November 2020 lalu. Ikmal menambahkan FrieslandCampina sebagai induk perusahaan PT FFI meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan percepatan perizinan yang diperlukan. Baca juga Menperin apresiasi investasi industri pengolahan susu Rp3,8 triliun "Berkat kolaborasi antara kementerian/lembaga, khususnya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan serta pemerintah daerah mulai dari pemerintah provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten Bekasi dan aparat serta stakeholder lainnya. Sejak 4 bulan, setelah mereka berkomitmen, semua perizinan telah terpenuhi. Mulai dari IMB Izin Mendirikan Bangunan, Izin Lokasi, NIB Nomor Induk Berusaha, dan fasilitas Tax Holiday-nya," kata Ikmal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang hadir dalam acara groundbreaking mengapresiasi komitmen PT FFI yang dapat dengan cepat merealisasikan rencana perluasan investasinya tepat satu tahun setelah kunjungan Raja Belanda ke Indonesia pada 9 Maret 2020 lalu. "Kita harap kinerja ekspor dapat didorong melalui perluasan pabrik PT FFI ini. Namun, pasar dalam negeri juga masih sangat luas dan terbuka. Dari kacamata perindustrian, selain ekspor, kita juga perlu mendorong subsitusi impor bagi bahan baku," kata Menperin. Baca juga Produsen Susu Bendera akan tambah investasi Rp4 triliun mulai 2021 Dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur PT FFI Maurits Klavert menyampaikan pembangunan pabrik baru PT FFI menempati lahan seluas 25,4 hektare dan dijadwalkan akan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2023 mendatang. Menurut Maurits, pembangunan pabrik baru ini merupakan pemenuhan ambisi jangka Panjang PT FFI sebagai salah satu pemimpin pasar industri susu di Indonesia. "Dengan berkembangnya bisnis kami, tentu akan meningkatkan pula penyerapan susu segar dari peternak sapi perah di Indonesia serta meningkatkan kerja sama dengan para mitra bisnis kami di Indonesia, baik pemasok maupun ratusan mitra distributor kami yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Maurits. Adapun pembangunan yang dilakukan oleh PT FFI yaitu mencakup fasilitas produksi atau pengolahan produk susu cair siap minum dan susu kental manis, sentra logistik dan distribusi serta perkantoran dengan menggunakan teknologi modern dan ramah lingkungan, sehingga dapat mengurangi emisi karbon hingga 45 persen dengan dilengkapi berbagai infrastruktur pendukung. PT FFI merupakan anak perusahaan FrieslandCampina, investasi asal Belanda, yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1922. Belanda berada pada peringkat 6 negara asal realisasi investasi tahun 2020 dengan total nilai investasi 1,4 miliar dolar AS yang berasal dari Ade irma JunidaEditor Budi Suyanto COPYRIGHT © ANTARA 2021 0% found this document useful 0 votes329 views5 pagesDescriptioncontoh proposal kunjungan pabrik ke frisian flagCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes329 views5 pagesProposal Kunjungan Pabrik Frisian Flag IndonesiaJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

kunjungan ke pabrik susu frisian flag