Tanahlongsor merupakan bencana alam yang terjadi karena pergerakan tanah atau massa batuan yang menuruni lereng atau tebing. Tanah longsor dapat terjadi karena dipicu oleh beberapa hal, yaitu gempa bumi, letusan gunung berapi, atau curah hujan yang tinggi. Bencana tanah longsor ini sangat merugikan bagi manusia, baik dari segi korban jiwa ataupun kerusakan harta benda, karena sering terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi.
Tanahlongsor juga dapat disebabkan karena susutnya bendungan. Turunnya permukaan tanah dan timbulnya retakan dapat diakibatkan oleh penyusutan muka air danau atau bendungan dengan cepat. Penyusutan ini akan berdampak juga pada hilangnya gaya penahan lereng. Waduk yang mempunyai kemiringan sebesar 220 derajat memiliki potensi untuk longsor.
Bencanaalam yang terjadi di Benua Eropa ini dikenal sebagai topan paling mengerikan yang pernah terjadi. Topan dahsyat ini mampu menghancurkan kapal-kapal di pelabuhan, menerbangkan rumah, memotong sambungan jalur kereta api, dan menyebabkan tanah longsor di daerah pegunungan. Bencana alam ini memakan korban jiwa hingga 300.000 orang.
Tindakanmanusia yang dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor antara lain: 1. Melakukan penebangan pohon di lereng pegunungan 2. Mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng bagian atas 3. Mendirikan area pemukiman di daerah tebing yang terjal 4. Melakukan penggalian di bawah tebing yang terjal 5.
Gejalagejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanah longsor adalah: · Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. · Biasanya terjadi setelah hujan. · Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. · Tebing rapuh dan krikil mulai berjatuhan 4. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya tanah Longsor
Kejadian/ peristiwa bencana yang diakibatkan oleh alam atau ulah manusia, baik yang terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan,dapat menyebabkan hilangnya jiwa manusia, trauma fisik dan psikis, kerusakan harta benda dan lingkungan, yang mampu melampaui kemampuan sumberdaya 1. Definisi Oprasional a. Gawat Darurat :
MacamMacam Bencana Alam dan Upaya Menanggulanginya. Berikut ini jenis-jenis bencana alam dan gejala-gejalanya yang sering terjadi di wilayah Indonesia. 1. Gempa Bumi. Gempa terjadi karena gerakan batuan yang melewati batas kelentingan atau kelengkungannya. Gempa bumi disebut pula seisme, dapat terjadi karena pergerakan atau benturan lempeng
bPUqcmZ. Jakarta - Upaya mitigasi tanah longsor perlu diketahui oleh masyarakat terutama bagi yang berada dan/atau tinggal di lokasi rawan tanah longsor. Hal ini sebagai tindakan mengurangi dampak yang disebabkan bencana tanah longsorUntuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan mitigasi bencana tanah longsor dan langkah-langkah upayanya berikut umum, terkait mitigasi bencana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman melansir situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM RI, tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, yang bergerak ke bawah atau keluar mitigasi tanah longsor adalah serangkaian upaya untuk mengurangi dampak atau risiko yang disebabkan tanah longsor terhadap masyarakat yang berada dan/atau tinggal di kawasan rawan Tanah Longsor Foto Ilustrasi longsor Andhika-detikcomLangkah-langkah Mitigasi Tanah LongsorMitigasi tanah longsor terdiri dari mitigasi sebelum, saat dan sesudah tanah longsor terjadi bencana. Melansir situs resmi BPBD Balikpapan, berikut ini langkah-langkah upaya mitigasi bencana tanah longsor sebelum, saat, dan sesudah Sebelum Bencana Tanah LongsorLakukan pemetaan daerah tempat tanda-tanda terjadi longsor pada daerah yang berlereng hujan lebat terus menerus, muncul rembesan, muncul retakan, warna air sungai keruh jika ada potensi banjir lingkungan bila terdapat kemungkinan terjadi langkah-langkah pengurangan risiko ikut aktif bersama masyarakat yang ada di daerah rawan longsor rutin melakukan patroli termasuk kontrol aliran sungai di lereng bagian atas, jika terjadi pembendungan dapat berpotensi terjadi banjir bandang.Jika tanda-tanda longsor sudah terlihat maka pertimbangkan untuk mengungsi ke tempat yang Saat Bencana Tanah LongsorJangan panik dan tetap tenang, karena kondisi panik akan mengakibatkan kita tidak dapat bertindak tinggalkan rumah, jika tanah longsor terjadi di sekitar rumah kita. Berlindunglah ke tempat yang aman dan jangan mendekati daerah longsor karena longsor susulan masih mungkin memungkinkan bantu keluarga dan orang lain yang mengalami situasi sulit akibat petugas di lingkungan tempat kondisi di sekitar tempat kita tinggal membahayakan, terus informasi, apabila informasi menyatakan kondisi belum aman, jangan dulu kembali ke Sesudah Bencana Tanah LongsorJauhi kawasan yang terkena longsor dan tetap berada ditempat yang terus informasi untuk memastikan kita sudah berada ditempat yang tepat dan pertolongan bagi yang membutuhkan tanpa membahayakan keselamatan diri kondisi dan kejadian dengan singkat dan ke rumah jika situasi dan kondisi di tempat kita tinggal sudah dinyatakan perintah relokasi apabila telah diputuskan oleh pihak yang penjelasan informasi langkah-langkah upaya mitigasi tanah longsor yang dilakukan sebelum, saat dan sesudah bencana terjadi. Semoga bermanfaat!Simak juga 'Update Korban Longsor di Natuna 15 Orang Tewas, 6 Telah Teridentifikasi'[GambasVideo 20detik] wia/imk
Tanah merupakan komponen ekosistem abiotik dari lingkungan yang merupakan tempat berpijak makhluk hidup yang tinggal di planet Bumi, khususnya di ekosistem darat. Bahkan bagi sebagain binatang, tanah merupakan tempat tinggal yang aman. Tanah memiliki jenis yang berbeda- beda. Setap jenis tanah juga memiliki ciri- ciri yang berbeda- beda antara satu jenis dengan jenis yang lainnya. Perbedaan itu dilihat berdasarkan kekuatan sruktur dan juga kandungan atau bahan penyusunnya yang berbeda- beda. Dengan demikian kekuatan tanah yang bertumpuk- tumpuk pun juga berbeda apabila gundukan tanah atau tebing- tebing dari tanah. Ada tanah yang kuat ada pula tanah yang lemah. Nah, tanah dengan struktur lemah ini seringkali mengalami bencana yang kita kenal sebagai tanah longsor merupakan suatu bencana alam dimana tanah- tanah yang memiliki ketinggian tertentu atau yang membentuk tebing mengalami longsoran atau ambruk. Banyak penyebab yang menyebabkan terjadinya tanah longsor, salah satunya adalah hujan deras yang mengguyur dalam waktu yang cukup lama. Bencana tanah longsor memang banyak terjadi di musim hujan, khususnya di daerah yang bertebing- tebing. Tanah longsor biasanya datang dengan tiba- tiba sehingga sering banyak menimbulkan korban jiwa. Maka dari itulah sangat baik apabila masyarakaot berjaga- jaga untuk mengantisipasi atau menanggulangi terjadinya tanah longsor ini. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menanggulangi bencana tanah longsor, yang akan kita bahas bersama dalam artikel Menanggulangi Tanah LongsorTanah longsor adalah bencana alam yang membahayakan karena sifatnya yang datang dengan tiba- tiba. Banyak korban jiwa yang ditimbulkan dari tanah longsor, selain itu banyak pula kerugian material yang akan dirasakan, khsusnya bagi masyarakat yang rumahnya tertimbun longsoran tanah. Maka dari itulah perlu adanya upaya- upaya khusus untuntuk menanggulangi terjadinya tanah longsor. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi terjadinya tanah longsor antara lain sebagai berikutMembuat benteng atau betonUpaya untuk meanggulangi tanah longsor yang pertama adalah membangun semacam benteng untuk menutupi tebing atau lereng yang terbuat dari tanah. Bentang atau beton ini bisa berupa bangunan dari semen yang menutupi tebing atau lereng tanah tersebut. Hal ini bisa membantu untuk meminimalisir terjadinya tanah longsor karena tanah akan tertahan oleh semen tersebut sehingga tidak mudah longsor. Air hujan yang turun terkadang bisa merember masuk ke dalam tanah, melewati celah- celah tanah tersebut sehingga membuat struktur tanah menjadi rapuh dan pada akhirnya akan longsor dan menimpa bangunan yang ada di menebang pohon di lerengCara kedua untuk menanggulangi terjadinya tanah longsor adalah tidak menebangi pohon di lereng. Akar- akar pohon sangat berguna untuk membuat struktur tanah menjadi lebih kuat, sehingga tidak mudah terjadi longsor. Pohon- pohon yang memiliki akar ini memiliki kemampuan untuk menyerap air dan menyimpannya di dalam tanah, sehingga mengurangi air tanah yang mengalir dan merusak strustur tanah yang memicu terjadinya membangun rumah persis di bawah lereng atau tebingSalah satu upaya untuk menanggulangi jatuhnya banyak korban atau kerugian material, perlu dihimbau kepada masyarakat supaya tidak membangun rumah di bawah lerang persis. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi adanya korban jiwa serta rusaknya rumah dan juga bangunan yang termasuk dalam kerugian material. Pembangunan rumah di bawah tebing sangat berbahaya dan tidak selayaknya dilakukan oleh waspada apabila hujan deras turun terus menerusCara selanjutnya adalah selalu bersikap waspada ketika memasuki musim hujan. Sikap waspada ini semakin ditingkatkan lagi apabila telah dirasakan hujan turun dengan waktu yang lama. Terlebih lagi jika hujan tersebut deras. Hal ini akan sangat membantuk warga untuk dapat menyelamatkan diri jika tiba- tida terjadi tanah longsor. Apabila hujan deras telah berlangsung selama tiga jam atau lebih, maka kita harus waspada dan bertindak cepat, salah satunya adalah dengan mengungsi atau menyelamatkan diri ke tempat yang membuat sawah di lerengSawah yang berada di pinggir lereng juga dapat memicu terjadinya tanah longsor. Hal ini karena tanah persawahan minim akan adanya pepohonan besar dan tanah di persawahan tersebut bertenkstur gembur supaya mudah untuk ditanami. Akibatnya faktor inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya tanah longsor. Daripada dibuka untuk lahan persawahan, lebih baik dijadikan hutan dengan tanaman- tahaman yang tinggi dan berakar kuat, supaya bisa menyelamatkan kekuatan struktur tanah tersebut sehingga tidak mendirikan bangunan di tebingTren bangunan di atas tebing memang tidak ada matinya. Bangunan di atas tebing sangat laku untuk tujuan pariwisata. Banyak orang yang suka dengan pemandangan di atas bukit atau puncak sehingga banyak binsis hotel di puncak- puncak bukit. Namun teryata pendirian bangunan di atas bukit ini tidaklah baik. Bangunan di atas bukit dapat memicu terjadinya longsor karena ada penekanan tanah yang dilakukan oleh bangunan tersebut. Maka dari itulah pendirian bangunan di atas tebing lebih baik diminimalkan saja karena krang baik untuk tanah dan akan menyebabkan terjadinya longsor resiko.Tidak memotong tebing secara tegak lurusPemotongan tebing yang tidak benar ternyata juga bisa berpengaruh terhadap terjadinya tanah longsor. Misalnya adalah pemotongan tebing secara tegak lurus. Pemotongan tebing secara tegak lurus dapat meningkatkan resiko terjadinya tanah longsor. Hal ini karena penekanan yang dihasilkan oleh potongan tersebut lebih besar. Beban yang di bawah dengan yang di atas sama sehingga ada kemungkinan bahwa yang dibawah tidak mampu menyangga yang diatas dan menyebabkan terjadinya tanah mendirikan bangunan di sekitar sungaiSungai adalah salah satu tempat yang rawan terjadi longsor. Sama halnya dengan pendirian bangunan di atas tebing, pendirian bangunan di sekitar sungai juga akan memicu terjadinya tanah longsor. Maka dari itulah sebisa mungkin untuk menghindari pendirian bangunan di sekitar sungai supaya sungai tetap bersih dan juga struktur tanahnya tetap kuat. Bila perlu justru harus ditanami pepohonan supaya tanah di pinggir sungai kuat dan tidak mudah upaya preventifUpaya lainnya adalah dengan melakukan berbagai upaya preventif untuk menanggunalangi terjadinya tanah longsor. Salah satu upaya preventif untuk menanggulangi terjadinya tanah longsor antara lain adalah mengecek keadaan tanah apakah ada retakan atau teraseringSelanjutnya adalah membuat terasering. Terasering merupakan tangga atau undak- undakan yang biasa terdapat di sawah- sawah di dataran tinggi. Mengapa sawah di dataran tinggi dibentuk sedemikian rupa menyerupai tangga? Hal ini karena untuk memperkecil penekanan sehingga tanah tidak mudah longsor karena tertahan oleh bagian- bagian yang datar. Sawah terasering selain untuk mencegah terjadinya tanah longsor, ternyata juga bisa menyumbangkan panorama alam yang sangat menakjubkan. Dari kejauhan pemandangan sawah dengan terasering ini selalu memberikan suguhan yang wow daripada sawah lainnya yang tidak berada di dataran penyuluhan kepada penanggulanagan kerugian karena tanah longsor selanjutnya adalah dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan ini bisa berarti himbauan kepada masyarakat mengenai bencana tanah longsor, waktu yang berpotensi untuk menyebabkan tanah longsor serta tanda- tanda akan terjadinya tanah longsor, sehingga masyarakat bisa mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri, keluarga serta harta benda itulah beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi bencana tanah longor, khusunya untuk memilimalisir kerugian yang mungkin ditimbulkan dari bencana tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat.
Apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi bencana tanah longsor? Menghindari pembangunan pemukiman di daerah dibawah lereng yang rawan terjadi tanah longsor. Mengurangi tingkat keterjangan lereng dengan pengolahan lahan terasering di kawasan lereng. Apa saja yang perlu kita lakukan untuk mencegah tanah longsor brainly? menanam pohonreboisasi membuat terasering. melakukan upaya preventif. melakukan penyuluhan terhadap masyarakat sekitar. Apa saja dampak dari tanah longsor? Tanah longsor dapat mencemari sumber air di sekitarnya seperti mata air dan sungai. Bencana tanah longsor ini dapat menurunkan kadar kualitas air bersih,karena biasanya bencana tanah longsor bisa membawa kandungan logam maupun zat kimia. Apakah upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi bencana alam? Menjaga lingukungan sekitar. Hindari membuat rumah di pinggiran sungai. Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi. Buanglah sampah pada tempatnya. Rajin Membersihkan Saluran Air. Membangun Pemecah Gelombang. Hutan Mangrove/Bakau. Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah banjir dan tanah longsor? Mengoptimalkan fungsi sungai dan selokan untuk menampung dan mengalirkan air. Melakukan reboisasi atau penanaman kembali. Memperbanyak atau mengembalikan ketersediaan tanah resapan. Tidak membangun rumah dan bangunan lainnya di bantaran sungai. Hindari penebangan liar. Faktor apa sajakah yang dapat menimbulkan tanah longsor dan bagaimana cara pencegahannya? Curah hujan tinggi. Curah hujan yang tinggi merupakan salah satu penyebab tanah longsor. Erosi tanah. Erosi tanah merupakan salah satu penyebab tanah longsor yang paling sering terjadi. Lereng yang terjal. Pertambangan. Beban berlebihan pada suatu area. Apa saja bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana? JANGAN PANIK. SELAMATKAN DIRI KITA, BARU MEMBANTU YANG LAIN. KESELAMATAN DIRI ADALAH YANG PALING UTAMA. PEKA DAN AMATI LINGKUNGAN SEKITAR SERTA PASTIKAN JALUR KELUAR TERDEKAT. Apakah dampak yang ditimbulkan oleh tanah longsor brainly? Mengakibatkan rumah-rumah masyarakat yang tinggal di area tanah longsor kehilangan tempat tinggal. Mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Memutus jalur transportasi ketika tanah longsor menimbun jalanan utama. Mengakibatkan perekonomian tersendat di daerah yang terjadi tanah longsor. Apa dampak positif dari longsor? Dampak Positif dari Tanah Longsor Meningkatkan rasa peduli terhadap korban bencana dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Meningkatkan kesadaran diri supaya tidak melakukan penebangan hutan, memperluas lahan ataupun pemanfaatan hutan yang merugikan. Mengapa terjadi bencana tanah longsor Apa saja akibatnya? Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam. Bagaimana cara mengatasi bencana alam brainly? melakukan reboisasi. tdk membuang sampah sembarangan. membersihkan gorong2/got. sering mengadakan kerja bakti. mendenda para perusak lingkungan. Bagaimana cara penanganan bencana alam dan non alam? Menjaga lingukungan sekitar. Hindari membuat rumah di pinggiran sungai. Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi. Buanglah sampah pada tempatnya. Rajin Membersihkan Saluran Air. Membangun Pemecah Gelombang. Hutan Mangrove/Bakau. Apa yang dimaksud dengan kegiatan pencegahan bencana alam? Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana. Bagaimana cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi bencana banjir? Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya banjir brainly? References Pertanyaan Lainnya1Setelah Praktik Tanam Paksa Dihapuskan Hal Yang Terjadi Adalah?2Pencernaan Protein Terjadi Pada Organ?3Lion Habitat Food Activity Characteristics?4Langkah Langkah Menyusun Teks Iklan Slogan Dan Poster?5Jarak Interval Nada G Ke Nada F Adalah?6Bedakan Sistem Pembayaran Batch System Dan Wholesale Payment?7Dengan Apa Makanan Tradisional Disajikan Atau Dikemas?8Lagu Rayuan Pulau Kelapa Dinyanyikan Dengan Tempo?9Contoh Penyimpangan Sosial Yang Dilakukan Oleh Kelompok Adalah?10Jelaskan Yang Perlu Diperhatikan Pada Saat Menggiring Bola?
Longsor ??? sering sekali kita melihat tanah longsor di berita-berita televisi dan media massa. salah satu akibat dari terjadinya longsor yaitu karena adanya penebangan liar yang mengakibatkan hutan gundul. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian tanah longsor, jenis-jenis longsor, dan penyebab terjadinya tanah longsor, berserta cara pencegahannya. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. Pengertian Tanah Longsor Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat Gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut Gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju Baca Juga Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah Jenis-Jenis Tanah Longsor Ada enam jenis tanah longsor, yaitu longsor translasi, longsor rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Di indonesia jenis longsor yang paling sering terjadi adalah longsor translasi dan longsor rotasi. Sementara itu, jenis tanah longsor yang paling banyak memakan korban jiwa adalah aliran bahan rombakan. Longsor Translasi Longsor ini terjadi karena bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. Longsor Rotasi Longsoran ini muncul akibat bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Pergerakan Blok Pergerakan blok terjadi karena perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsor jenis ini disebut juga longsor translasi blok batu. Runtuhan Batu Runtuhan batu terjadi saat sejumlah besar batuan atau material lain bergerak kebawah dengan cara jatuh bebas. Biasanya, longsor ini terjadi pada lereng yang terjal sampai menggantung, terutama di daerah pantai. Rayapan Tanah Longsor ini bergerak lambat serta serta jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Longsor ini hampir tidak dapat dikenal. Setelah beberapa lama terjadi longsor jenis rayapan, posisi tiang-tiang telepon, pohon-pohon, dan rumah akan miring kebawah. Aliran Bahan Rombakan Longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air dan terjadi di sepanjang lembah yang mencapai ratusan meter jauhnya. Kecepatan bergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air dan jenis materialnya. Baca Juga Pengertian Tanah Beserta Proses Dan Fungsinya Gejala-Gejala Bencana Alama Gejala-gejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanah longsor adalah Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. Biasanya terjadi setelah hujan. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Penyebab Terjadinya Tanah Longsor Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tanah longsor, yakni sebagai berikut Hujan Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan. Ketika hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan di permukaannya, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah. Lereng terjal Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar. Tanah yang kurang padat dan tebal Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan. Selain itu tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air dan pecah ketika hawa terlalu panas. Baca Juga Kerusakan Tanah – Pengertian, Penyebab, Perubahan, Ciri, Mengatasi Batuan yang kurang kuat Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor bila terdapat pada lereng yang terjal. Jenis tata lahan Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama. Getaran Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak. Susut muka air danau atau bendungan Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan. Adanya beban tambahan Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah. Pengikisan/erosi Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal. Adanya material timbunan pada tebing Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah. Bekas longsoran lama Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi. Bekas longsoran lama memilki ciri Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk tapal kuda. Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gembur dan subur. Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai. Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah. Dijumpai tebing-tebing relatif terjal yang merupakan bekas longsoran kecil pada longsoran lama. Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil. Longsoran lama ini cukup luas. Adanya bidang diskontinuitas bidang tidak sinambung Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri Bidang perlapisan batuan Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat. Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air kedap air. Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat. Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor. Penggundulan hutan Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang. Daerah pembuangan sampah Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal. Baca Juga Pelapukan adalah Dampak Tanah Longsor Dampak terhadap masyarakat yang terjadi akibat bencana tanah longsor, yaitu sebagai berikut Pan American Health Organization, 2006 Peningkatan Morbiditas Tingginya angka kesakitan dalam keadaan terjadinya bencana dibagi dalam 2 katagori, yaitu Kesakitan primer, adalah kesakitan yang terjadi sebagai akibat langsung dari kejadian bencana tersebut, kesakitan ini dapat disebabkan karena trauma fisik, termis, kimiawi, psikis dan sebagainya. Kesakitan sekunder, kesakitan sekunder terjadi sebagai akibat sampingan usaha penyelamatan terhadap korban bencana, yang dapat disebabkan karena sanitasi lingkungan yang buruk, kekurangan makanan dan sebagainya. Tingginya Angka Kematian Kematian akibat terjadinya bencana alam dibagi dalam dua kategori, yaitu Kematian primer, adalah kematian langsung akibat terjadi bencana, misalnya tertimbun tanah longsor. Kematian Sekunder, adalah kematian yang tidak langsung disebabkan oleh bencana, melainkan dipengaruhi oleh faktor-faktor penyelamatan terhadap penderita cedera berat, seperti. kurangnya persediaan darah, obat-obatan, tenaga medis dan para medis yang dapat bertindak cepat untuk mengurangi kematian tersebut. Masalah Kesehatan Lingkungan Mencakup masalah-masalah yang berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan, tempat penampungan yang tidak memenuhi syarat, seperti penyediaan air bersih, tempat pembuangan tinja dan air bekas, tempat pembuangan sampah, tenda penampungan dan kelengkapannya, kepadatan dari tempat penampungan, dan sebagainya. Suplai Bahan Makanan dan Obat-Obatan Apabila kekurangan suplai bahan makanan dan obat-obatan untuk membantu korban bencana, maka kemungkinannya akan menimbulkan berbagai masalah, diantaranya Kekurangan gizi dari berbagai lapisan umur Penyakit infeksi dan wabah, diantaranya infeksi pencernaan GED, infeksi pernapasan akut seperti influensa, penyakit kulit. Cara Pencegahan Tanah Longsor Upaya pencegahan yang dilakukan untuk bencana tanah longsor Iwan Setiawan, 2008. Pencegahan Tingkat Pertama Melarang pembangunan rumah pada lokasi yang rawan longsor, terutama pada lereng dan kaki bukit Memperkuat kestabilan tanah dengan pohon-pohon yang akarnya dapat mengikat tanah secara kuat Tidak menebang atau merusak hutan Melakukan penanaman pada daerah-daerah yang gundul Pembangunan tembok-tembok penahan untuk memperkuat lereng pada lokasi rawan longsor Memberikan penyuluhan pada masyarakat yang tinggal di wilayah longsor tentang cara menghindari bencana longsor. Pencegahan Tingkat Kedua Yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Secara operasional, pada tahap ini diarahkan pada kegiatan Penanganan korban bencana termasuk mengubur koban meninggal dan menangani korban yang luka-luka. Penanganan pengungsian Pemberian bantuan darurat Pelayanan kesehatan, sanitasi, dan air bersih Penyiapan penampungan sementara Pembangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum sementara serta memperbaiki sarana dan prasarana dasar agar mampu memberikan pelayanan yang memadai untuk para korban. Baca Juga Pengertian Erosi, Jenis dan Dampak Pencegahan Tingkat Ketiga Rehabilitasi Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan. Rekonstruksi Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%. Ada beberapa tindakan, perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian antara lain Perbaikan drainase tanah menambah materi-materi yang bisa menyerap Modifikasi lereng pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan Vegetasi kembali lereng-lereng dan beton-beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan hunian. Tahap Pengungsian Tahap pengungsian yang dapat dilakukan dalam menghadapi bencana tanah longsor adalah Yayasan IDEP, 2004. Peringatan Bahaya Peringatan bahaya merupakan hal pertama yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang mengetahui terjadinya bencana. Peringatan ini bisa menggunakan alat atau model komunikasi yang sudah biasa dikenal oleh masyarakat setempat. Alat komunikasi seperti kentongan, bedug dan lainnya merupakan alat yang sangat membantu. Informasi yang Perlu Disampaikan Pada Masyarakat Tentang bencana jenis bencana Besarnya bencana Kapan kemungkinan terjadi Transportasi Menyediakan transportasi yang ada dan pendukungnya seperti supir, bahan bakar. Urutan pengungsian adalah anak-anak, orang tua, korban terluka, orang cacat, wanita dan pria. Saat Dilokasi Pengungsian Yang perlu dipertimbangkan adalah Perawatan dan pertolongan bagi yang terluka Mendirikan tempat perlindungan dan dapur umum Membentuk pos-pos bantuan kemanusiaan Mencatat semua data korban, yang selamat, terluka dan meninggal Mengatur bantuan yang diterima Menghubungi pihak-pihak bantuan dari luar Prinsip Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Penanggulangan bencana alam bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bencana alam dan dampak yang ditimbulkannya. Karena itu, dalam penanggulangan harus memperhatikan prinsip-prinsip penanggulangan bencana alamIwan Setiawan, 2008 Dalam Undang-Undang Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, disebutkan sejumlah prinsip penanggulangan, yaitu Baca Juga Reboisasi Pengertian, Fungsi, 20 Manfaat Reboisasi dan Penghijauan Cepat dan Tepat Yang dimaksudkan dengan “prinsip cepat dan tepat” adalah bahwa dalam penanggulangan benacana harus dilaksanakan secara cepat dan tepat sesuai dengan tuntutan keadaan. Keterlambatan dalam penanggulangan akan bnerdampak pada tingginya kerugian material maupun korban jiwa. Prioritas Yang dimaksud dengan “prinsip prioritas” adalah bahwa apabila terjadi bencana, kegiatan penanggulangan harus mendapat prioritas dan diutamakan pada kegiatan penyelamatan jiwa manusia. Koordinasi dan Keterpaduan Yang dimaksud dengan “prinsip koordinasi” adalah bahwa penaggulangan bencana didasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Yang dimaksud dengan “prinsip keterpaduan” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan oleh berbagai sektor secara terpadu yang didasarkan pada kerja sama yang baik dan saling mendukung. Berdaya Guna da Berhasil Guna Yang dimaksud dengan “prinsip berdaya guna” adalah bahwa dalam mengatasi kesulitan masyarakat dengan tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebiahn. Yang dimaksud dengan “prinsip berhasil guna” adalah bahwa kegiatan penanggulangan bencana harus berhasil guna, khususnya dalam mengatasi kesulitan masyarakat denga tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebihan. Transparansi dan Akuntabilitas Yang dimaksud dengan “prinsip transparansi” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Yang dimaksud dengan “prinsip akuntabilitas” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secar terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum. Kemitraan Penanggulangan bancana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keemitraan dalam penanggulangan bencana dilakukan antara pemerintah dengan masyarakat secra luas, termasuk lembaga swadaya masyarakat LSM maupun dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya. Bahkan, kemitraan juga dilakukan dengan organisasi atau lembaga di luar negeri termasuk dengan pemerintahnya. Pemberdayaan Pemberdayaan berarti upaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengetahui, memahami, dan melakukan langkah-langkah antisipasi, penyelamatan, dan pemulihan bencana. Negara memiliki kewajiban untuk memberdayakan masyarakat agar dapat mengurangi dampak dari bencana. Nondiskriminatif Yang dimaksud dengan “prinsip nondiskriminatif” adalah bahwa negara dalam penanggulangan bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis kelamin, suku, agama, ras, dan aliran politik apapun. Nonproletisi Yang dimaksud dengan “prinsip nonproletisi” adalah bahwa dilarang menyebarkan agama atau keyakinan pada saat keadaan darurat bencana, terutama melalui pemberian bantuan dan pelayanan darurat bencana. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
jelaskan dampak bencana tanah longsor dan upaya penanggulangannya